Dua hari yang lalu, gue melakukan aksi chat setelah berhasil ngejebol YM yang ga mau sign ini selama 30 menit. Sambil berusaha ngebetulin MP dan MSN serta mengobrak-abrik Facebook gue yang ga tau kayak jelangkung aja ngilang tanpa permisi, gue membahas banyak hal dengan
seseorang yang nyasar di Negeri Singa.
Mulai dari hal yang ga penting sampai hal yang penting kita bahas selama beberapa menit. Sampai tiba tentang masalah yang sama - sama mendera kita. Gue hanya membahas tentang gimana ke depannya blog - blog kita akan berjalan.
Dari percakapan maya kemaren, mengingatkan gue pada seseorang yang datang dan mengisi GB gue. Pesannya singkat:
gimana caranya mendelete account di MP. Gue tertegun membacanya. What should I say? Gue coba bertanya padanya kenapa mau didelete sambil berjalan - jalan di sana. Relasi banyak dan sepertinya bukan site biasa.
Gue tertegun aja. Kenapa site itu didelete. Beberapa postnya membuat gue sadar akan sesuatu. Katanya dia simpel, tentang kejahatan dunia maya terhadap dirinya. Memang gue akui, tulisan dia yang sempet gue baca agak berbau kontroversial.
Datang lagi comment darinya ke GB gue. Sepertinya dia memaksakan diri untuk melakukan itu semua. Dengan berat hati -kok jadi gue yang berat hati?- gue beritahu caranya ke dia. Bla ble blo... Ga berapa lama tertulis
User BLA BLO doesn't exist.
Gue harus merasa bersalah atau enggak gue sudah berperan secara ga langsung mendelete account-nya dan memutuskan relasi dengan beberapa temannya.
*) Percakapan singkat kita bisa dicari di GB gue.
Oh ya, kembali lagi pada awal. Dua hari lalu dapet telepon dari nenek. Masih membahas hal kecil itu. Dan kita berharap semoga kita berubah pikiran.
Makasih untuk teleponmu kemarin... I hope I will change my choice or don't change my choice. But it's not the best to you.Btw, tak kusangka suaramu tak seperti ketomboy-anmu hahahahaha!!!!